4 Kesalahan Ruben Amorim Saat Man United Tumbang 0-1 dari Everton: Benar-Benar Kepala Batu
Beritabola206.org : 4 kesalahan Ruben Amorim saat Man United kalah 0-1 dari Everton: Benar-benar keras kepala
Manchester United kembali terpeleset. Lima laga tak terkalahkan terhenti setelah Setan Merah kalah 0-1 dari Everton, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, hasil yang kembali memupus harapan suporter.
Everton yang bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-13 masih berhasil mencetak gol melalui Kiernan Dewsbury-Hall pada menit ke-29. United gagal menyamakan kedudukan sebelum peluit akhir berbunyi.
Dua poin dari tiga pertandingan terakhir sekali lagi meragukan proyek Ruben Amorim, terutama dengan perjalanan tandang ke Crystal Palace yang semakin dekat.
Di tengah kekecewaan tersebut, beberapa pilihan Amorim menjadi sorotan. Berikut empat keputusan yang dianggap keliru dan berkontribusi terhadap buruknya penampilan di Old Trafford.
Bertahan dengan Formasi yang Tak Efektif
Everton sebetulnya memberi “hadiah” ketika Idrissa Gueye dikartu merah pada menit ke-13. Dengan unggul jumlah pemain sejak awal, ini seharusnya menjadi momentum bagi United untuk tampil lebih agresif dan menekan.
Namun, alih-alih memaksimalkan situasi, United justru terlihat datar. Everton yang sempat goyah mampu menata ulang permainan, bahkan berhasil mencetak gol pada menit ke-29. Setelah unggul, The Toffees bertahan rapat dan United tidak mampu membongkar blok pertahanan tersebut.
Amorim tetap bersikukuh dengan sistem tiga bek dan dua wing-back, gaya yang tidak diperlukan untuk menghadapi tim yang hanya menunggu. United justru kekurangan pemain di lini serang, kalah jumlah dalam duel di area penting. Ketika tim membutuhkan perubahan signifikan, Amorim hanya melakukan penyesuaian kecil yang tidak mengubah arah pertandingan.
Masukkan Kobbie Mainoo, Tanpa Rencana Konkret
Masuknya Kobbie Mainoo pada menit ke-58 sempat disambut sorak publik Old Trafford. Dengan Casemiro ditarik keluar, banyak yang berharap Mainoo bisa menjadi katalisator dalam progresi permainan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa pola yang jelas, Mainoo terlihat “mengambang” di area sepertiga akhir, bukan turun menjemput bola dan mengalirkan tempo dari lini tengah, hal yang menjadi kekuatannya.
BACA JUGA : Ragnar Oratmangoen Cetak Gol Lagi Usai Puasa 1 Tahun Lebih: Drama di Ujung Laga, FCV Dender Menang Kali Pertama
Dengan minimnya sentuhan bermakna, Luke Shaw dan Leny Yoro lebih sering memegang bola. Everton pun tidak keberatan membiarkan mereka menguasai permainan di area yang tidak berbahaya.
Mainoo hanya mencatat 17 operan dalam 35 menit, tanpa satu pun upaya tembakan. Situasi ini sekaligus menyoroti betapa Amorim belum sepenuhnya memahami karakter permainan sang gelandang muda serta cara memaksimalkan potensinya.
Tidak Menyediakan Opsi Striker Cadangan
Joshua Zirkzee dipasang sebagai ujung tombak dan tampil mengecewakan di babak pertama sebelum sedikit membaik setelah jeda. Meski begitu, ia tetap tidak pernah terlihat benar-benar mengancam gawang lawan.
Masalahnya, Amorim tidak menyiapkan alternatif. Dari lima slot pergantian, ia hanya menggunakan tiga, tanpa menghadirkan penyerang murni dari bangku cadangan.
Padahal ada opsi seperti Chido Obi atau Gabriele Biancheri, dua nama dari akademi yang dikenal produktif. Obi bahkan tampil cukup baik saat menghadapi Everton musim lalu. Kehadiran salah satu dari mereka berpotensi membuka ruang bagi Zirkzee atau setidaknya menambah variasi serangan di 10 menit akhir.
Sebaliknya, Amorim lebih memilih menambah bek ketiga, keputusan yang makin mempersempit peluang United untuk mencetak gol.
Ragu Menggunakan Shea Lacey
Shea Lacey masuk dalam daftar pemain cadangan, namun menit bermain tak pernah datang. Untuk laga yang membutuhkan kreativitas tambahan, pilihan Amorim untuk mengabaikan sang winger muda dinilai kurang berani.
Everton memang dikenal fisikal, tetapi jika Lacey dianggap belum siap, mestinya ia tidak perlu dibawa. Bila tetap dimasukkan ke bench, berarti sudah ada kepercayaan tertentu, sesuatu yang justru tidak diwujudkan dalam bentuk menit bermain.
Lacey adalah tipe pemain yang mampu memberi kejutan, sosok yang bisa mengubah atmosfer laga. Dengan kreativitas dan keberaniannya, ia berpotensi menghadirkan sesuatu yang berbeda di momen ketika United sangat butuh percikan energi.
Pada akhirnya, risiko terburuknya sederhana: United tetap kalah. Namun Amorim bahkan tidak mencoba, dan itu membuat keputusan ini semakin disorot.
Klasemen Premier League 2025/2026
Liga Inggris
| Team | M | W | -/+ | P | |
| 1 | 12 | 9 | 18 | 29 | |
| 2 | 11 | 7 | 15 | 22 | |
| 3 | 11 | 6 | 10 | 20 | |
| 4 | 11 | 5 | 4 | 19 | |
| 5 | 11 | 5 | 9 | 18 | |
| 6 | 11 | 5 | 3 | 18 | |
| 7 | 11 | 5 | 1 | 18 | |
| 8 | 11 | 6 | 1 | 18 | |
| 9 | 11 | 5 | -1 | 18 | |
| 10 | 11 | 4 | 5 | 17 | |
TERSEDIA JUGA : LIVE SCORE

Bonus Member Baru Slot Games 100% (Max Bonus 100rb)
syarat : minimal deposit 100rb & TO x15
BonusDeposit Harian 10% (Max Bonus 200rb)
syarat : minimal dp 50rb & TO x3
BonusCashback Mingguan 5%
syarat : Minimal Kekalahan 500rb (khusus game slot, sportbook, sabung ayam, casino games)
-Bonus Rollingan Casino 1%
syarat : Minimal Rollingan 1jt (khusus Live Casino)
Bonus Referral 2,5%
