Malam Horor Marc Cucurella: Jadi Titik Terlemah Chelsea Saat Dibungkam Arsenal
Beritabola206.com : Setelah kalah 3-2 dari Arsenal di leg pertama semifinal Piala Carabao, Chelsea harus kembali ke Stadion Emirates dengan defisit satu gol. Pada Kamis pagi, 15 Januari 2026, leg pertama perempat final Piala EFL digelar di Stamford Bridge.
Meskipun Robert Sanchez melakukan dua kesalahan krusial di gawang, ia bukan satu-satunya yang menjadi sorotan dalam kekalahan ini. Marc Cucurella dianggap memberikan penampilan terburuknya tahun ini, berubah menjadi titik lemah yang dimanfaatkan lawan.
Dua gol Alejandro Garnacho sempat membangkitkan optimisme, tetapi The Blues gagal menang di kandang karena pertahanan yang buruk dan kesalahan individu.
Rosenior Pasang Badan untuk Sanchez
Robert Sanchez menjadi sorotan negatif setelah gagal mengantisipasi sepak pojok pada gol pertama dan tangkapannya yang lepas memudahkan Viktor Gyokeres mencetak gol kedua. Namun, manajer Liam Rosenior dengan tegas menolak menyalahkan kiper asal Spanyol tersebut dan memilih mengambil tanggung jawab penuh.
BACA JUGA : Momen Menarik di Laga Arsenal vs Chelsea: Robert Sanchez Blunder, Kai Havertz Panen Cemoohan
Rosenior mengungkapkan bahwa kesalahan tersebut terjadi karena Sanchez sedang beradaptasi dengan instruksi taktik baru yang dimintanya, padahal mereka baru bekerja sama selama dua hari.
“Itu gol tim, bukan cuma salah Rob (Sanchez). Saya meminta Rob melakukan hal-hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya,” ujar Rosenior membela anak asuhnya.
“Jika pemain saya membuat kesalahan saat melakukan apa yang saya minta, itu tanggung jawab saya. Tugas saya membantu mereka, bukan menyalahkan mereka,” tegas sang manajer.
Mimpi Buruk Cucurella Hadapi Saka
Jika Sanchez terlindungi oleh pembelaan taktis manajer, statistik Marc Cucurella di lapangan sulit untuk dibela. Bek kiri ini seolah mengalami malam yang ingin segera dilupakannya setelah menjadi bulan-bulanan Bukayo Saka di sisi sayap.
Cucurella tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 14 kali, jumlah terbanyak di antara bek Chelsea lainnya dalam laga tersebut. Akurasi umpannya pun anjlok ke angka 74 persen di bawah tekanan pressing Arsenal, jauh di bawah rata-rata musimannya yang mencapai 88 persen.
Situasi diperparah dengan kartu kuning yang ia terima di babak pertama akibat menjegal Saka. Hal ini membuat agresivitas bertahannya mati kutu, membiarkan Saka sukses melakukan lima dribel melewatinya sebelum akhirnya Rosenior menariknya keluar di menit ke-81.
Angin Segar dari Bangku Cadangan
Di tengah kekacauan lini belakang, masuknya pemain pengganti memberikan sedikit harapan nyata bagi The Blues. Alejandro Garnacho tampil krusial sebagai game changer dengan mencetak dua gol yang menjaga peluang Chelsea tetap hidup dalam persaingan tiket ke final.
Kredit khusus juga layak diberikan kepada Jorrel Hato yang masuk menggantikan posisi Cucurella di 20 menit terakhir pertandingan. Cucurella sendiri pada akhirnya digantikan oleh Tosin di 10 menit terakhir.
Bek berusia 19 tahun ini tampil jauh lebih tenang, memenangkan seluruh duelnya, dan terlihat nyaman memerankan peran inverted yang diinginkan Rosenior.
BACA JUGA : JADWAL PERTANDINGAN BOLA JANUARI 15 – 16 JANUARI 2026
Performa kontras antara Cucurella dan Hato kini menuntut keberanian Rosenior untuk merombak susunan pemain jelang laga berikutnya melawan Brentford.
TERSEDIA JUGA : berita bola

Bonus Member Baru Slot Games 15% (Max Bonus 100rb)
syarat : minimal deposit 100rb & TO x 3
BonusDeposit Harian 10% (Max Bonus 200rb)
syarat : minimal dp 50rb & TO x3
BonusCashback Mingguan 5%
syarat : Minimal Kekalahan 500rb (khusus game slot, sportbook, sabung ayam, casino games)
-Bonus Rollingan Casino 1%
syarat : Minimal Rollingan 1jt (khusus Live Casino)
Bonus Referral 2,5%
