Bola206 Manchester United berada dalam situasi sulit jelang laga kontra Newcastle. Krisis pemain yang cukup parah membuat Setan Merah harus menyusun ulang rencana besar mereka di Old Trafford. Pertandingan pekan ke-18 Premier League ini menjadi ujian konsistensi bagi anak asuh Ruben Amorim.
MU akan menjamu Newcastle pada Sabtu (27/12) dini hari WIB. Laga ini sangat krusial bagi United untuk memperbaiki posisi di klasemen Premier League di tengah tekanan performa yang belum stabil. Namun, persiapan tim tuan rumah jauh dari kata ideal.
Tercatat, total tujuh pemain utama dipastikan absen dengan alasan berbeda, mulai dari cedera hingga panggilan tim nasional. Kondisi pincang ini diyakini akan berdampak besar pada kekuatan tim. Ruben Amorim kini dituntut memutar otak demi menjaga daya saing MU di hadapan pendukungnya sendiri.
Deretan Absen karena Cedera dan Piala Afrika

Lini serang dan sisi sayap menjadi sektor yang paling terdampak. MU dipastikan kehilangan tiga pemain penting yang harus membela negaranya di ajang Piala Afrika 2026. Mereka adalah Amad Diallo, Noussair Mazraoui, dan Bryan Mbeumo yang tidak bisa tampil dalam laga krusial ini.
Absennya ketiga pemain tersebut membuat opsi rotasi di sektor sayap dan bek sayap menjadi sangat terbatas. Padahal, MU membutuhkan energi ekstra untuk meredam intensitas permainan cepat yang biasa diperagakan oleh Newcastle.
Masalah MU semakin bertambah di sektor kreatif. Dua gelandang andalan, Kobbie Mainoo dan Bruno Fernandes, dipastikan belum siap tampil meski proses pemulihan cedera mereka terus menunjukkan kemajuan.
“Mereka sedang pulih. Saya rasa tidak akan memakan waktu lama. Saya pikir Kobbie akan kembali lebih cepat daripada Bruno,” ucap manajer MU, Ruben Amorim, dalam sesi konferensi pers.
Lini Belakang Pincang, Amorim Tetap Percaya Diri

Bukan hanya lini tengah dan depan, barisan pertahanan Manchester United juga sedang keropos. Dua bek tengah utama, Harry Maguire dan Matthijs de Ligt, dipastikan absen karena belum pulih dari cedera masing-masing. Kehilangan dua tembok besar ini tentu menjadi lubang yang harus segera ditambal oleh Amorim.
“Kami masih bekerja sama dengan mereka, mereka tidak tersedia untuk yang satu ini. Mari kita lihat untuk yang berikutnya,” jelas Amorim mengenai kondisi lini belakangnya.
Meski dihantam badai cedera dan absennya pilar-pilar penting, Ruben Amorim menolak untuk menyerah sebelum bertanding. Pelatih asal Portugal itu tetap menunjukkan sikap optimistis bahwa skuad yang tersisa mampu memberikan perlawanan maksimal.
“Kami memang memiliki beberapa masalah, tetapi saya percaya pada tim ini. Bahkan tanpa banyak pemain saat ini, kami bisa memenangkan pertandingan apa pun,” pungkas Amorim dengan tegas.
