Curhat Alessandro Bastoni: Di Italia, Kekalahan Rasanya Seperti Kiamat!
Beritabola206.com – Percayalah pada Alessandro Bastoni: Ketika Italia kalah, dunia terasa seperti akhir!
Budaya sepak bola Italia dikritik tajam oleh Alessandro Bastoni. Ia menilai tekanan Serie A sangat merugikan.
Bek bintang Inter Milan itu mengibaratkannya dengan lingkungan NBA. Keduanya mempunyai pola pikir yang sangat berbeda.
Menurut Bastoni, kekalahan di Italia seperti akhir dunia. Kematangan pemain basket Amerika sangat berbeda dengan ini.
Sepak bola Italia harus mengambil contoh dari hal itu, kata sang bek. Hubungan dengan kritik dan kekalahan masyarakat perlu dipulihkan.
Iri dengan Mentalitas NBA
Bastoni secara terbuka mengakui rasa irinya terhadap atlet NBA. Mereka memiliki hubungan yang lebih sehat dengan sebuah kekalahan.
Di Italia, satu hasil buruk bisa memicu gelombang kritik pedas. Padahal, performa pemain tidak mungkin selalu berada di puncak.
Ia menilai mentalitas move on sangat diperlukan di sepak bola modern. Selalu ada kesempatan kedua untuk membuktikan kualitas diri.
BACA JUGA : Kabar Gembira Juventini! Manajemen Juventus Setujui Suntikan Dana Jumbo 100 Juta Euro
“Hal yang paling saya iri dari dunia itu adalah mengetahui cara menerima kekalahan,” kata Bastoni.
“Dalam permainan kami, kalah terasa seperti akhir dunia. Tapi ketika Anda bermain begitu banyak, itu terjadi: Anda tidak bisa selalu berada di puncak,” sambungnya.
Bebas Berekspresi Tanpa Takut
Selain soal kekalahan, Bastoni menyoroti kebebasan berekspresi di Amerika. Atlet di sana lebih leluasa bicara tanpa takut dihakimi.
Hubungan dengan penggemar juga dinilai lebih santai dan tidak kaku. Italia dinilai tertinggal jauh dalam aspek kedewasaan ini.
Meski begitu, Bastoni sadar ini adalah risiko pekerjaannya. Ia harus berdamai dengan tekanan berat yang ada di pundaknya.
“Mereka mengekspresikan diri mereka secara bebas tanpa diserang atau dihakimi. Di AS mereka jauh lebih maju daripada kami,” ujar Bastoni.
“Itu tidak membebani saya, saya harus menjalaninya karena saya memilih dunia ini,” tegasnya.
Mimpi Buruk Lawan PSG
Bek Timnas Italia ini juga mengenang memori pahit di Liga Champions. Inter harus mengakui keunggulan PSG di partai final.
Bastoni menyebut laga tersebut berjalan dengan sangat aneh. Kecepatan pemain PSG membuat lini belakang Inter kewalahan.
Padahal, Nerazzurri datang dengan modal sejarah manis di semifinal. Namun, realita di lapangan ternyata jauh berbeda.
“Itu adalah hal yang aneh. Kami datang dari semifinal yang akan tercatat dalam sejarah Liga Champions,” kenang Bastoni.
“Tetapi di final PSG melaju dua kali lipat kecepatan kami. Sulit dijelaskan, seolah-olah kami tidak menyadari betapa kuatnya mereka,” tambahnya.
Meski kecewa gagal angkat trofi, Bastoni tetap bangga dengan pencapaian tim. Dua final dalam tiga tahun bukanlah hal yang mudah.
“Tentu saja kami lebih suka memenangkannya, tetapi ini adalah pengalaman yang kami bawa bersama kami,” tutupnya.
TERSEDIA JUGA : prediksibola

Bonus Member Baru Slot Games 100% (Max Bonus 100rb)
syarat : minimal deposit 100rb & TO x15
BonusDeposit Harian 10% (Max Bonus 200rb)
syarat : minimal dp 50rb & TO x3
BonusCashback Mingguan 5%
syarat : Minimal Kekalahan 500rb (khusus game slot, sportbook, sabung ayam, casino games)
-Bonus Rollingan Casino 1%
syarat : Minimal Rollingan 1jt (khusus Live Casino)
Bonus Referral 2,5%
